Senin, 12 Agustus 2013

Baik Setelah Buruk

Tunggu waktunya
Dan semua tersadar

Tunggu saatnya
Dan semua mengerti

Perubahan itu nyata bila dipahami
Semua benar jika dirasakan dengan hati
Berani membelakanginya jika kau berhati batu

Bahwa ini bukan kejanggalan
Pemahaman setiap manusia berbeda
Kadang telah berusaha jujur, tapi menurutnya tetap sama saja

Membersihkannya takkan mudah
Pernah juga mati-matian untuk itu, tapi tak ada hasil
Karena orang lebih mengenang satu kesalahan daripada seribu kebaikan

Tak setara, memang begitu adanya
Menjadi baik setelah buruk itu tak mudah
Butuh suatu keteguhan tersendiri
Tak akan pernah mengeluh meski hanya dianggap ocehan semata

Akan kokoh selama itu untukmu sendiri
Akan bertahan, jika yakin untuk diri sendiri
Tunggu Waktunya, Tunggu Saatnya


Selasa, 06 Agustus 2013

D_23+Pa

Bergeser lagi, cukup renta untuk ini
Berbenah, mana ada untaian kesalahan tersengaja
Bila peluru tak menembus raga itu, mustahil bukan?

Tak akan sekeras ini bila tak terbentengi
Senjenak memeluk, terbang, dilepas kemudian
Tersendat, mungkin alibi itu terus bergema
Cukup mudah bukan?
Monoton tapi rancak untuk bergeser

Beriringan dengan pola kemarin
Tak sedikit, hampir semua menyerang
Banyak klaim, pandangan yang menurutnya lazim
Tapi tidak dengan ini !!

Cukup muncul Cua malam ini
Satu dan menuju ke dua, terulang
Bukan untuk sesuatu yang menjulang
Tapi masih dengan kerak yang sama
Terlihat dari luar tak baik, sadar itu bukan?

Mengerti untuk ini..
Kadang tak selamanya sesuai dengan apa yang ada di lorong kalbu
Mengerti untuk ini..
Sesuatu yang bermakna di kemudian hari
Tetap bergeming, tak usah beranjak
Akan terpahami nanti, jika tlah cukup mengerti tentang ini


Jumat, 02 Agustus 2013

L.Q 15+3

Berpacu dengan laju alur, memaksa untuk cepat bisa juga berhenti
Dalam kubu seperti tai kucing, kadang memuja sesuatu yang tak ada tindakannya
Bisa dikata itu pengibaratan yang konyol
Ada hal yang lebih menusuk mata, lebih pula memekakkan telinga
Pola ini mengunci menghentak diri
Rasa jiwa terjengkang ke lautan luas bersama buih yang seakan mencabik harga diri

Apa bentuk dari suara? makna pun tak terjamah dengan itu
Rintihan kalbu lebih mengenyangkan pikiran
Rasa tak puas dengan kekokohan yang hanya di depan mata

Sisi lain merangkak menembus dinding
Mencari makna yang terbenam pada hati kelabu
Menjamah setiap raga, mencari kenikmatan sejati
Ada pergolakan hebat dengan pikiran ini
Pemikiran yang tak sesuai dengan yang terjadi
Rasa sukma makin merngkuh tubuh, kemudian mencampakkannya sendiri

Sebesar ini kah?
Ya.. Memang ini adanya..
Cukup menghantam bukan?
Rasa ketidak-puasan muncul di kemudian hari
Bukan lagi kesenangan diri, tapi lebih ke apa yang terdapat di pikiran

Begitu pula dengan benda rial ini
Kadang membawa hanyut ke belakang, kadang memacu untuk kedepan
Tersisa dengan sedikit pacuan untuk mencari lagi
Ini kehidupan, segala sesuatunya tak kusut begitu saja
Hilang satu, cari lagi selagi masih bisa
So.. Tak ada yang imposible di dunia ini


Kamis, 18 Juli 2013

Lorong Keheningan Diri

Belum kokoh diri tegak melangkah, kali ini jatuh
rekaan fantasi tercipta disini
aku belum lelah, namun nyaris saja mundur
segala hakikat menikam sebuah opini yang aku punya
menurutnya itu kesalahan, kesalahan yang fatal, bahkan itu merubahku
apa aku tak seperti biasa? apa aku selalu berdalih sekarang?
pasti akan terjawab "YA"

Dan kenyataan mengubur semuanya
entah itu pujian atau cacian, semua dengan sigap datang bersaamaan
kadang mengurung, kadang juga menggandeng
otak berfikir cukup keras untuk ini
keras, cukup menghantam pikiran

Banyak yang ku paksakan
seperti memaksakan berdiri tentunya
itu hal berat kawan, apalagi menggandeng beberapa diantaranya
kadang tak kuasa, menggoncang bumi dan duniaku hingga tertindih
bisa saja mati dibawah reruntuhan kekejaman dunia

Segelintir kata mungkin mudah diucapkan
tapi itu tak gampang dilakukan
dan itu bisa saja membangun ataupun merobohkan
ingat, diri tak sekuat itu
dan jiwa tak setegar kelihatannya

Tangis sering bersembunyi di bilik tawa
teramat sering luka bersandar pada keindahan
cukup untuk tak memancing kata-kata sumbang
mengusaikan sesuatu yang belum waktunya
dan cukup meredam dan melompatinya untuk pergi
menjauh dari sesuatu yang berat menikamku
membumbung ke atas, menuju langit, menuju keheninganku


Jumat, 12 Juli 2013

Mengopak Jiwa, Kembali Jangan Pergi

sedu sedan, perasaan tak mau kehilangan menyelimutinya
kusadari dan kupahami semua deru dan suara-suara darimu
terasa dia datang dengan berdegap-degap, seakan tak ingin hal itu terjadi

alang-alang menjadi saksi isak pilu
dengan rintihan iba, disertai desir angin yang mengalun diantara kependihan itu

sekelip mata, tutur kata akan menakrifkan segala ujung pola ini
membuat alur itu benar-benar terhenti atau lurus kembali
hanya saja itu tak mudah, tak semudah membalikkan tangan
tak mudah pula membalikkan fakta yang ada

ku coba lihat dari sisi lain, dan semua itu menuntun, menarikku kembali
bersamaan dengan ini, sebuah keyakinan muncul, membawa diri kembali melukis garis itu
sedikit tertahan dalam tutur kata, aku coba meyakinkannya
"Setitik rasa yang kau tanamkan, kan terjaga, tak akan terbiarkan apapun mengusiknya, bahkan melepaskan sejuta impian yang ada... | aku menyayangimu, mencintaimu, kini dan sampai nanti diri ini terbatas masa"  itu ucapanku, penuh dengan kehati-hatian kuungkapkan padanya

keyakinan nya mulai tumbuh, tak akan dengan mudah semua ini terusaikan
ia mulai percaya bahwa aku tak akan beranjak begitu saja, dan aku juga berfikir demikian
berfikir seperti sejarah yang takkan terulang untuk kedua kalinya
tak ingin itu menjadi sesal di kemudian hari

kulihat sedikit senyumnya mulai terpancar, berbinar...
bersambut dengan pelukan, kepedihan ini berakhir dengan keharuan, suka cita tuk melanjutkan lukisan indah hari-hari bersamanya..


Selasa, 02 Juli 2013

Untuk Kita

Menepi pada pelabuhan yang sama
ada rasa canggung, cukup menghentak diri rasa mengecil
banyak kenangan membawaku melayang
namun rasa hati iba jika menengoknya

Aku cukup terbawa dimana pukulan dan melodi kembali kudengar
YA.... Disinilah tempatku
mula diri beranjak, menjadi pribadi seperti saat ini
mula diri bersiap, terbang dengan sayap-sayap yang pernah luka
aku bernostalgia disini

Sedikit merasa, suasana berkurang dan tak seperti dulu
ada yang beda dari semua ini
dan aku menyadarinya, ada beberapa yang hilang
sesuatu yang dulu cukup memegang arti dari semua ini
tapi itu dulu, kadang revolusi mampu mengubah semuanya
termasuk aku dan hal itu

Selaksa samudra nan membentang
satu landasan dimana mimpi pernah kucurahkan disini
hati yang terlihat muram, sedih, suka, gembirasemua pernah kurasa, bersamamu
dan ini menjadi memori, dimana beberapa diantaranya mengikatku
agar aku tak pergi, tak beranjak dari kisah klasik itu

Tersenyum, kemudian aku berjalan ke dalam
mengingat apa yang telah berlalu dari hati
aku rasa fatamorgana itu tak lagi ada
dengan cinta, ini semua mampu membuatku kembali terbang
rasa layu tiba-tiba berubah semi
sesuatu yang hilang itu telah terganti dengan sesuatu yang lebih bermakna
lebih mengetahui mana yang harus dipilah
Ya.. ini kedewasaan..
Untuk kita


Minggu, 30 Juni 2013

Satire

berperisai emas, berkalung berlian
terkadang binar cahaya membiaskan pandangan
membelokkan tutur kata, mengubah tatanan asal mula
mungkin menyeluruh tertutup asap, dimana semua tak terlihat dan kosong
bilamana tersandung akan terasa sakit luar biasa, mengeluh mungkin

sampai disini, semua terlihat indah
memandang langit seakan dekat tergenggam
membiru, tak hitam, tak juga kelam terlihat
namun perasaan tak begitu, mungkin dapat temaram dibalik semua itu

hingga semua garis melengkung, jauh dari awal
isyarat mungkin..... sebuah tanda untuk memulai merasakan pahit

banyak alibi-alibi tercipta, kadang tak menyambung dengan gagasan utama..
terlebih dengan usaha yang mulai luntur, seperti tak bersemangat

ITU SEBUAH UNGKAPAN

bukan untuk aku, bukan juga kamu..! tapi untuk kita..!
itu semua tertulis disini..
kita masing-masing menjadi tokoh dalam cerita
dan kita berada dalam satu jalan cerita, indah disaat dalam satu latar
tapi entah ketika berbeda, mungkin tak semulus itu..

beranjak dari ini, kemana kita akan berlari?
kesana? atau kesana lagi? susah untuk ditebak
karna langit tak lagi membiru seperti kemarin..
berubah drastis , itu hal aneh yang pernah kurasa darimu
entah itu kemarin atau pun sekarang, mungkin sama saja, tak bergerak dari satu waktu..

sedikit keinginan, aku tak ingin waktu membawamu lekang dalam lamunan itu..
terlalu jauh berlari hingga semua tertinggal, dan kau hanya sendiri, karna yang lain tak kau gandeng tuk melangkah..