Selasa, 02 Juli 2013

Untuk Kita

Menepi pada pelabuhan yang sama
ada rasa canggung, cukup menghentak diri rasa mengecil
banyak kenangan membawaku melayang
namun rasa hati iba jika menengoknya

Aku cukup terbawa dimana pukulan dan melodi kembali kudengar
YA.... Disinilah tempatku
mula diri beranjak, menjadi pribadi seperti saat ini
mula diri bersiap, terbang dengan sayap-sayap yang pernah luka
aku bernostalgia disini

Sedikit merasa, suasana berkurang dan tak seperti dulu
ada yang beda dari semua ini
dan aku menyadarinya, ada beberapa yang hilang
sesuatu yang dulu cukup memegang arti dari semua ini
tapi itu dulu, kadang revolusi mampu mengubah semuanya
termasuk aku dan hal itu

Selaksa samudra nan membentang
satu landasan dimana mimpi pernah kucurahkan disini
hati yang terlihat muram, sedih, suka, gembirasemua pernah kurasa, bersamamu
dan ini menjadi memori, dimana beberapa diantaranya mengikatku
agar aku tak pergi, tak beranjak dari kisah klasik itu

Tersenyum, kemudian aku berjalan ke dalam
mengingat apa yang telah berlalu dari hati
aku rasa fatamorgana itu tak lagi ada
dengan cinta, ini semua mampu membuatku kembali terbang
rasa layu tiba-tiba berubah semi
sesuatu yang hilang itu telah terganti dengan sesuatu yang lebih bermakna
lebih mengetahui mana yang harus dipilah
Ya.. ini kedewasaan..
Untuk kita


Minggu, 30 Juni 2013

Satire

berperisai emas, berkalung berlian
terkadang binar cahaya membiaskan pandangan
membelokkan tutur kata, mengubah tatanan asal mula
mungkin menyeluruh tertutup asap, dimana semua tak terlihat dan kosong
bilamana tersandung akan terasa sakit luar biasa, mengeluh mungkin

sampai disini, semua terlihat indah
memandang langit seakan dekat tergenggam
membiru, tak hitam, tak juga kelam terlihat
namun perasaan tak begitu, mungkin dapat temaram dibalik semua itu

hingga semua garis melengkung, jauh dari awal
isyarat mungkin..... sebuah tanda untuk memulai merasakan pahit

banyak alibi-alibi tercipta, kadang tak menyambung dengan gagasan utama..
terlebih dengan usaha yang mulai luntur, seperti tak bersemangat

ITU SEBUAH UNGKAPAN

bukan untuk aku, bukan juga kamu..! tapi untuk kita..!
itu semua tertulis disini..
kita masing-masing menjadi tokoh dalam cerita
dan kita berada dalam satu jalan cerita, indah disaat dalam satu latar
tapi entah ketika berbeda, mungkin tak semulus itu..

beranjak dari ini, kemana kita akan berlari?
kesana? atau kesana lagi? susah untuk ditebak
karna langit tak lagi membiru seperti kemarin..
berubah drastis , itu hal aneh yang pernah kurasa darimu
entah itu kemarin atau pun sekarang, mungkin sama saja, tak bergerak dari satu waktu..

sedikit keinginan, aku tak ingin waktu membawamu lekang dalam lamunan itu..
terlalu jauh berlari hingga semua tertinggal, dan kau hanya sendiri, karna yang lain tak kau gandeng tuk melangkah..


Selasa, 11 Juni 2013

Dinding Mulai Mengawasi Diri

Menahan hantaman ketidak-pastian
Terpuruk bersama heningnya lorong sunyi
Seakan sukma tertekan dengan dinding menjulang nan tinggi

Sunyi menekan aku untuk tak berisik
Berdiam untuk diri sendiri
Dan mengerti bahwa dinding punya telinga tersendiri
Memahami bahwa semua dapat melihat meski tak disini
Juga menyampaikan hal yang seharusnya terpendam sendiri

Bergerak sedikit, terasa berat untuk ini
Karna itu menimbulkan suara
Berbicara dengan berhati-hati, Bertindak dengan perlahan
Agar tak terdengar siapa pun
Agar makna kias tak dapat di artikan secara mudah

Tak akan bercerita pada siapapun
Ini sebuah rahasia hati
Dengan gelombang tekanan yang menantang batin
Raga coba mengayuh, Jiwa tetap menepi
Dalam kesendirian

Sempat tertantang untuk berteriak
Sempat juga ingin membuatnya penging
Atau berdansa erotis dengan ini
Tapi hal itu sama saja
Dengan hasil yang berujung NOL

Tertunduk, terdiam membisu
Langkahku cukup menepi
Dengan meredam, mengubur semua
Hingga hilang, lenyap untuk sementara
Akan ku ledakkan suatu saat nanti
Saat semua telah menekan aku
Dan saat kesabaranku mulai terkalahkan dengan amarah


Senin, 03 Juni 2013

Booking Inori Band Klaten

Contact Information

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di alamat, telepon, dan email kami dibawah ini.

Mailing Address
Inori Basecamp
Sembungan, Towangsan, Gantiwarno
Klaten, Central Java, 57455
Indonesia

Tel: +62-838-65513272
Email: dika_inoria@inoriband.com | andikainoria@gmail.com


Rabu, 22 Mei 2013

C.U.A

cua menengok, keluar membisik dan mengusik diri
alang-alangan, tak penuh, mungkin juga tak terisi
berkecamuk membelai atma, terkadang sedikit menyayatnya

sedikit sinar, temaram bila menjenak
seluruh titah terberai, terabai, tak acuh dari sisi individual

terkadang terkesima mendengar nada mengalun lirih disertai mimik wajah nan elok
terkadang terpukau, meloka paras dan abuk nan tergerai indah
kendati demikian terhipnotis, berhalusinasi dan terbuai

koyak'kan hati, merujuk pada cucuk yang tertanam dalam kalbu
menikam, terkadang hampir membunuh
dan itu yang tergambar di alur ini, cerita yang akan menjadi klimaks nantinya

sering kau lantingkan akad, yang berujung dengan penafikan
cua kembali hadir seiring masa itu
mencalar atma sekaligus fisik hingga carut


Minggu, 12 Mei 2013

Aku Masih Menyebutmu, Kawan

Pernah bersandar, mencari celah pacuan bersama
Lalu melesat beranjak dari temaram
Aku cukup bersandar pada ini, begitu pun sebaliknya
Cukup luang untuk kebersamaan klasik ini
Tak rapuh memandang langit, Tak letih berdiri

Lalu semua terhempas
Ini bukan badai, tapi kesengajaan
Titik hitam senja yang berubah kelam
Beranjak pudar kemerahan itu
Bukan karna waktu, bukan juga hal besar

Roda membalik, begitu dengan ini
Sedetik, Seucap, Sekedip, Semua bisa berubah cepat
Aku tak menyesal, hanya saja sedikit kecewa
Dan aku tak lagi tau tentangmu
Tak lagi tau, Kau siapa di hadapanku..

Tanda menyerbu, genderang menderu
Aku hanya untukku, dan kamu dengan kubumu sendiri
Saling perang menyerang satu dengan lain
Saling membenci, tak menganggap lagi
Membahuku dari belakang
Seperti menikam setelah memelukku erat

Masih bisa paham?
Memang dan seharusnya tak semua wajib di curahkan
Aku terhimpit, dimana itu menjadi bahan serangan untukku
Coba bertahan, walau tertikam sedikit dengan itu
"Aku Selalu Ada Untukmu"
Kata di masa lalu yang kini membuatku tertawa
Cukup indah bila diberi hiasan atau diucap dengan cara melankolis
Tapi bagi ku itu sebuah lelucon penghantar tidur

Ada kata perpisahan untuk ini?
Jika tidak, silahkan keluar dari diri
Lupakan bila kau sanggup, Pudar kan semuanya
Aku tak keberatan untuk ini
Silahkan terbang, silahkan berpaling dariku
Tapi aku masih menyebutmu, Kawan


Jumat, 03 Mei 2013

Revolusi Cinta

Kurasakan alunan kakinya mulai terhenti
Mungkin sebuah isyarat, tentang sebuah keluh
Tak terbaca sedikitpun, semua tersirat
Mungkin makna konotasi yang tinggi, membuatku tak mampu menafsirkannya
Terlihat senyumnya mulai meragu
Apa itu tentang sebuah keletihan?
kurasa, mungkin, dan memang jawabannya "iya"
sejenak aku merasa itu, mengerti dengan keadaanmu

Sesekali kujumpai satu kotak kerinduan
Dimana saat kita pertama bersua
Kau jabat tanganku, dan kau sebutkan namamu
Saat dimana semua masih berjalan indah, kau penuh perhatian, tak lelah tuk mendekat
Tumpuanmu masih menjadi tiang yang kuat untukku
Aku rindu saat itu...

Terakhir kudengar nafasmu tersentak-sentak
cintamu mungkin tak lagi seperti samudra
mungkin juga mulai surut sejak malam itu

Mungkin akan terasa indah, jikalau rembulan itu menampakkan sinarnya kembali
seperti dulu, seperti masa-masa itu
dimana sinar itu yang menuntunku ke jalan ini
Jalan menuju hatimu